Single Post

Manfaat Pernikahan

Penciptaan manusia yang berpasangan-pasangan merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah ta’ala. Adanya laki-laki dan perempuan bukanlah suatu kebetulan melainkan sebuah ketetapan yang telah diatur oleh-Nya. Allah juga mensyariatkan pernikahan antara laki-laki dan perempuan untuk kebaikan-kebaikan yang sangat banyak. Menjaga diri dari perzinahan, hidup bersama dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya, mendapatkan ketenangan lahir dan batin, serta masih banyak kebaikan lain yang akan didapatkan dari sebuah pernikahan. Allah ta’ala berfirman

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِن أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-rum: 21)

Menikah memberikan banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut

1. Mendapatkan Pahala Dari Allah Taála

Menikah termasuk ketaatan kepada Allah ta’ala dalam menjaga kemaluan dan menjauhkan diri dari perzinahan. Allah melarang hamba-Nya untuk mendekati zina dan sarana yang akan mengantarkan kepada perzinahan. Larangan berduaan dan bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, perintah menundukkan pandangan dari hal yang haram, dan hal lain yang menjadi pengantar perzinahan telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Sebaliknya, motivasi bagi orang-orang yang masih membujang untuk segera menikah sangat banyak disebutkan oleh dalil. Bahkan Allah berjanji yang akan memberi kecukupan bagi orang-orang yang menikah. Disebutkan dalam firman-Nya

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang diantara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nur: 32)

Syariat menikah telah ada sejak zaman nabi Adam a’laihissalam dan hal itu juga dilakukan oleh utusan-utusan Allah. Para nabi dan rasul memiliki keluarga, istri dan keturunan. Syariat nikah dan berkeluarga tidak bertentangan dengan kenabian. Dalam firman-Nya disebutkan

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. (QS. Ar-Ra’du: 38)

2. Mengikuti Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

Menikah termasuk sunnah nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, manusia yang terbaik dalam ibadah, akhlak dan takwanya kepada Allah ta’ala. Dalam hadis Anas bin Malik radiyallahu anhu disebutkan tentang pembincangan tiga orang yang memiliki semangat menggebu dalam beribadah. “Saya akan melakukan shalat sepanjang malam dan tidak akan tidur” kata orang pertama. Orang kedua mengatakan, “Saya akan berpuasa sepanjang siang dan tidak akan berbuka”. Lalu orang ketiga menimpali, “Saya tidak akan menikah selamanya supaya bisa fokus beribadah”. Tatkala nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar ucapan tersebut beliau bersabda

أَنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا، أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي
“Apakah kalian yang berkata demikian dan demikian? Ketahuilah, Demi Allah sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertakwa kepada-Nya. Akan tetapi aku melakukan puasa dan berbuka, mendirikan shalat dan berbaring tidur, dan aku juga menikahi wanita. Barang siapa yang membenci tuntunanku maka dia bukan termasuk golonganku.” (HR. Bukhari 5063 dan Muslim 1401)

3. Menjaga Diri Dari Perzinahan

Menikah akan membantu seseorang untuk menundukkan syahwatnya dan menjaga pandangannya dari hal-hal yang diharamkan. Selain memperkecil dan menutup pintu perzinahan, menikah juga bermanfaat untuk menjaga kehormatan laki-laki dan perempuan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
Wahai para pemuda, barangsiapa yang telah memiliki kemampuan maka menikahlah. Bagi yang belum mampu maka hendaklah ia berpuasa karena puasa adalah pengekang syahwat. (HR. Bukhari 5065 dan Muslim 1400)

4. Mendapatkan Pahala Dari Hubungan Yang Halal

Syahwat yang dimiliki oleh manusia bisa mendatangkan pahala jika disalurkan pada tempat yang halal melalui cara-cara yang dihalalkan oleh Allah ta’ala. Menikah adalah solusi untuk menyalurkan syahwat sekaligus beribadah kepada Allah ta’ala. Sebagian heran dan bertanya-tanya, “bagaimana mungkin melakukan hubungan suami istri bisa mendapatkan pahala?” Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab

أرأيتم لو وضعها في حرام أكان عليه فيها وزر ؟ فكذلك إذا وضعها في الحلال كان له أجرا
Bukankah dia mendapatkan dosa kalau menyalurkan syahwatnya di tempat yang haram? Begitu sebaliknya, dia akan mendapatkan pahala jika menyalurkan syahwatnya di tempat yang halal. (HR. Muslim no 1006 dan Abu Daud no 1286)

Demikian beberapa manfaat pernikahan yang bisa dibahas pada kesempatan ini. Untuk manfaat pernikahan yang lainnya insyaallah dibahas pada kesempatan yang lain. Semoga Allah ta’ala melindungi pemuda kaum muslimin dan muslimahnya dari perzinahan. Allahumma Amiin.

Penyusun : Muhammad Abu Rivai
Artikel : aburivai.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *