Single Post

Istriku Tak Secantik Dulu

Saat melihatnya pertama kali, aku merasa dialah wanita tercantik di dunia. Seakan tak ada tandingnya. Hati tak kuasa tuk menahan cinta. Bayang-bayang wajahnya selalu hadir dihadapan mata. Bismillah, tekadku bulat tuk meminangnya. Tak berselang lama dari pernikahan, aku melihat banyak wanita yang sepertinya, bahkan lebih cantik darinya.

Bulan berganti dan tahun berlalu, hubungan mulai terasa biasa. Istriku tak secantik dulu. Mungkinkah rumput tetangga memang benar-benar hijau? Akhirnya, pertanyaan itu terjawab. Akulah yang salah. Hatiku tak pernah merasa qonaah. Mataku tak pernah berhenti dari melihat wanita lain yang bukan mahramku. Saat aku tak merasa malu kepada Allah yang selalu mengawasi lirikan mataku, Allah menghukumku. Saat aku terbiasa melihat yang haram, saat itulah istriku semakin terlihat biasa-biasa aja.

Aku berjanji tuk berhenti dan tak mengulangi. Aku berjanji tuk menundukkan pandanganku dari yang haram. Aku ingin bertaubat dari buruknya maksiat. Aku ingin melihat istriku seperti yang dulu. Sosok wanita tercantik yang membuat hatiku penuh dengan cinta. Sama seperti ketika aku meminangnya. Maafkan aku istriku, kelamnya dosa telah menutupi kecantikanmu.

Catatan:

1. Setiap dosa pasti memiliki dampak buruk bagi pelakunya. Disadari ataupun tidak.
2. Jika terbiasa menikmati yang haram, maka pelakunya akan tersiksa dengan yang halal.
3. Hendaknya setiap wanita juga memperhatikan etika dalam berpakaian. Bantulah laki-laki dan para suami untuk menundukkan pandangannya. Jangan penuhi rekening dengan dosa aurat yang terumbar.

Diary BMS, Rabu 20 Jan 2016

BBM : 5C9A0865
Whatsapp : 0853-6491-5817
Twitter : @MenujuSurga_BMS
Telegram : @bersamamenujusurga
Facebook : Bersama Menuju Surga
Line : http://line.me/ti/p/%40utu8587h

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *