Single Post

Rehat Sejenak

1. Semandiri apapun perempuan. Meski kemana-mana sudah berani sendiri. Pulang larut malam berani. Membuat perjalanan jauh dengan percaya diri, mendaki, bermain air atau hal berbahaya lainnya. Dalam suatu masa akan ada perasaan ingin dilindungi.

2. Sekuat apapun dia secara fitrahnya, ia ingin dilindungi, ingin menggantungkan diri pada sesuatu yang menurutnya lebih kuat. Bukan karena perempuan lemah. Bukan karena dia tidak bisa. Tapi lebih kepada perasaannya sendiri. Ada rasa nyaman ketika dilindungi. Ada rasa nyaman ketika diperhatikan.

3. Istri terkadang labil, gampang cemburu, sulit mencerna setiap informasi dengan jelas. Sebagai suami tidak perlu mengimbangi dengan menjadi keras dan pemarah. Kalau ditanggapi dengan keras, khawatir gelas kaca yang mudah pecah itu berantakan. Dengarkan saja, toh malah jadi baik di kemudian hari. Percaya saja, wanita itu mudah luluh dengan perlakuan lembut.

4. Ketika kekasih hati sedang marah, dengarkan saja dan ucapkan maaf karena belum bisa menjadi suami yang baik sepenuhnya. Jangan menanti lama untuk melihat raut wajah menyesal dari istri. Hanya selang beberapa menit dia akan tersipu malu dengan amukannya sendiri. – Muhammad Nur Faqih

5. Lelaki yang dipuja wanita bukan yang menyuruh berhenti menangis, apalagi bertanya untuk apa menangis? Tapi lelaki yang dipuja wanita cirinya adalah menyediakan tempat yang paling nyaman untuk menangis.. Dibahunya… Sandarannya… – Salim A. Fillah

Diary BMS, Sabtu 23 Jan 2016

BBM : 5C9A0865
Whatsapp : 0853-6491-5817
Twitter : @MenujuSurga_BMS
Telegram : @bersamamenujusurga
Facebook : Bersama Menuju Surga
Line : http://line.me/ti/p/%40utu8587h

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *