Single Post

Rindu semangatku yang dulu

Beramal tanpa tahu ilmunya, beribadah tanpa tahu dalilnya, beragama tapi tak jelas tuntunannya. Itulah keadaanku yang dulu. Setelah dakwah sunnah menyapaku, aku memulai kehidupanku yang baru.

Jujur, aku merasa sangat bersyukur dengan nikmat yang datang kepadaku. Nikmat hidup diatas sunnah, anugerah luar biasa yang tak diberikan pada semua orang. Ketika hidayah menyapaku, tekad mengikuti tuntunan nabi tertanam kuat dalam sanubariku.

Tapi, ada hal lain yang masih terfikirkan. Tepatnya tentang semangatku dalam beribadah. Dulu rajin puasa Senin Kamis, puasa Dawud bahkan puasa ngebleng dan puasa mutih pun dilakoni demi medapat barakah. Setelah kenal sunnah, jangankan puasa Dawud, Senin Kemis aja mulai jarang kulakukan.

Dulu aku sangat bersemangat dalam acara-acara yang belum sesuai sunnah, kalau perlu untuk mengundang Ustadz ke rumah, satu dua juta pun tak masalah, asalkan dapat barakah. Kalau belum punya, hutang pun menjadi pilahan agar acara itu bisa terlaksana di rumahku.

Setelah kenal sunnah… Jangankan membiayai kajian, datang ke kajian gratisan pun masih malas-malasan, memberikan donasi kajian akbar semakin berat terasa.

Dulu kalau yang ngisi tabligh akbar adalah “ulama” terkenal, biaya sound systemnya aja bisa sampai lima juta bahkan lebih. Belum lagi amplop untuk “ulamanya”, berapapun itu yang penting bisa mendapatkan barakah dan kebaikan.

Setelah kenal sunnah, semua serba pakai dalil. Cukup segini aja, nanti kalau banyak-banyak ustadznya jadi kurang ikhlas. Ustadz kan qona’ah.

Catatan

1. Ilmu agama bukan hanya penambah wawasan, tapi untuk diamalkan dalam keseharian.
2. Idealnya semakin tahu dalil, semakin semangat dalam pengamalan.
3. Ilmu yang sesuai dengan Al-Qur’an, sunnah dan sesuai dengan pemahaman para sahabat itulah kebenaran. Hilangnya semangat untuk mengamalkannya setelah mempelajarinya, itu kembali kepada masing-masing individu. Bisa saja karena niat yang tidak benar ketika mempelajarinya atau tak ada tekad untuk mengamalkan ilmu yang didapat.

Wallahu a’lam.

Diary BMS, Minggu 24 Januari 2016

BBM : 5C9A0865
Whatsapp : 0853-6491-5817
Twitter : @MenujuSurga_BMS
Telegram : @bersamamenujusurga
Facebook : Bersama Menuju Surga
Line : http://line.me/ti/p/%40utu8587h

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *