Single Post

Kebersamaan Hanya Tinggal Kenangan

Sejak pertama kali kamu mendengar tangisan anakmu sejak itulah kamu bukan wanita seperti yang dulu.

Kamu begitu merindukan kebebasan , ketika bisa mengatur jadwal sesukamu, tidur semaumu dan tidak perlu mencemaskan segala sesuatu.

Kini engkau menjadi tau bagaimana rasanya kelelahan, seolah 24 jam tak pernah cukup bagi hari harimu, dan dengan ritme yang sama selalu.

Harimu hanya diliputi oleh suapan, muntahan, tangisan , gendongan, popok dan cebokan.
Kamu lupa kapan kamu terakhir tidur nyenyak dan makan enak, tak ingat lagi kapan trakhir beribadah khusyuk.

Tapi ingatlah, segala sesuatu akan “ada masa yang terakhir”.

Kamu suapi anakmu setiap hari, 3 kali sehari, tapi akan ada masa dia tidak akan mau disuapi lgi oleh tanganmu,
Aku sudah bisa makan sendiri katanya.

Kamu gendong ia, lalu kamu letakkan ia , dan kan ada masanya kamu tak bisa menggendongnya lagi.
Aku sudah besar katanya.

Kamu antarkan ia kesekolah, genggam erat tangannya ketika menyebrang jalan, tapi akan ada masanya ia tidak mau dipegangi lagi dan berkata, cepat balik bunda, aku malu ada teman temanku.

Dan pada akhirnya, kamu tak kan pernah tau kapan hari itu tiba.
Hari dimana kamu tidak akan merasakan semua keluhan itu. Hari dimana kamu menjadi wanita merdeka lagi.
Dan ketika hari itu tiba, kamu hanya bisa merindukan serpihan momen yang terlalu indah untuk dikenang.

Jika hari ini kamu kelelahan, maka ingatlah kerinduan dimasa yg akan datang pada hari ini jauh lebih besar dibandingkan kelelahanmu

Syukuri dan nikmati setiap waktu kebersamaan hari ini dan detik ini.

Penulis : Bulqis Vellaya

www.muslimplus.net || www.pedulimuslimah.com

Facebook : Bersama Menuju Surga
Telegram : telegram.me/bersamamenujusurga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *