Single Post

Cambuk Kata Penggetar Jiwa Imam Ahmad

Imam Ahmad bin Hanbal, siapa yang tak kenal beliau. Imam kaum muslimin yang namanya masih dibicarakan hingga saat ini. Jika kita menyebut perawi hadits maka tak asing kita menyebut nama beliau. Hadits riwayat Ahmad, ucap kita.

Siapakah pendukung imam Ahmad saat beliau di penjara karena membela kebenaran? Diantaranya adalah Abul Haitsam.

Siapa Abul Haitsam? Ulama-kah? Raja-kah? Keluarga-nya kah? Sama sekali bukan. Justru dia adalah seorang pencuri yang amat sadis. Bagaimana mungkin ia bisa menegarkan jiwa seorang imam Ahmad?

Coba simak apa yang dituturkan oleh putra Imam Ahmad yakni Abdullah bin Ahmad bin Hanbal. Dia berkata,

“Aku sering mendengar ayahku berdoa : ‘semoga Allah merahmati Abul Haitsam. Semoga Allah mengampuni Abul Haitsam.’

Aku pun bertanya: ‘ wahai ayahku, siapakah Abul Haitsam?’

Beliau lalu menjawab : ‘Ketika aku dikeluarkan dari penjara dan hendak dicambuk, kedua tanganku dibentangkan di hadapan para penyiksa, tiba-tiba seorang pemuda menarik bajuku dari belakang.

Lantas dia bertanya: ‘apakah kamu mengenaliku?’ ‘tidak,’ jawabku. Kemudian dia berkata: ‘Namaku Abul Haitsam al-Ayyar, seorang pencuri yang sadis. Aku dijatuhi vonis seperti yang tertulis di kantor Amirul Mukminin, yaitu hukuman cambuk sebanyak 18.000 kali secara terpisah. Aku bersabar menahan hukuman itu karena mentaati syaitan dan demi kesenangan dunia; maka, bersabarlah kamu karena mentaati Allah dan demi membela agama (untuk kebahagiaan akhirat)!’ ”

Perkataan Abul Haitsam tersebut mampu menggetarkan jiwa imam Ahmad sehingga semakin tegarlah jiwa beliau dalam cobaan yang menimpanya.

Kawan, lihatlah..

Pencuri yang amat sadis saja mampu bertahan dan bersabar menahan siksa dalam mengikuti syaitan. Maka kita yang tengah berjuang dalam mentaati perintah Allah azza wa jalla seharusnya kekuatan kita dalam melawan hawa nafsu haruslah jauh lebih besar pula. Tidak tumbang hanya karena satu atau dua penghalang. Kita tidak boleh kalah dengan sosok Abul Haitsam kawan.

Bersemangatlah dalam mentaati-Nya sebab janji-Nya kepada siapapun yang taat amatlah indah. Yaitu janji indah saat bisa menatap wajah-Nya.

Penyusun : Ummu utsman
Artikel : Page Bersama Menuju Surga

(Kisah ini disarikan dari terjemahan kitab al himmah al-‘aliyah karya syaikh Dr. Muhammad ibrahim al hamad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *