Single Post

Rumah Tangga Yang Bahagia

Maksudnya bukan berarti bersih dari masalah. Problem tetap ada, tapi bisa disikapi dengan baik dan diatasi dengan bijak.

“Sudah sholat dek?”
“Belum bang”
“Kenapa belum sholat?”
“Baru pulang. Capek. Nggak sempet sholat Ashar. Ketiduran sampe Maghrib”
“Shalat dulu ya, sekarang sudah hampir Isya. Nanti lanjut istirahat lagi.”

Masalah shalat yang sangat penting. Kadang pasangan kita masih menganggapnya sebagai hal yang kurang penting. Jadi masalah kan? Belum lagi permasalahan lain yang muncul tanpa pemberitahuan.

Gelisah tak karuan. Biasanya kalau sudah sampai tujuan langsung telpon untuk menyampaikan kabar. Setelah menunggu lama, kecemasan semakin tak terkendalikan. Jangan-jangan ada hal buruk yang terjadi. Berkali-kali ditelpon, masuk, tapi tak dijawab. Setelah berulang kali mencoba, barulah terjawab.

“Abang udah sampai tujuan?” Tanya istri yang cemas dengan keselamatan sang suami.
“Alhamdulillah, udah sampai sekitar 5 jam yang lalu”
“Kok nggak kasih kabar sih? Sms atau telpon gitu? Trus dari tadi ditelpon berkali-kali kenapa nggak diangkat?”
“Abang dengar kok ada telpon masuk.”
“Lah kenapa dibiarin? Nggak tahu apa orang udah cemas nggak jelas. Berapalah waktu untuk sms. Gitu aja nggak sempat. Abang udah nggak sayang lagi ya?”

Lagi-lagi muncul masalah. Sebelumnya dari pihak istri. Sekarang dari pihak suami. Saling memahami, saling pengertian dan saling mengingatkan. Mungkin itulah jalan penyelesaiannya.

“Abang sayang kok. Tapi kenapa kemaren adek nggak jawab panggilan azan Ashar? Sholat kan cuman sebentar. Bagaimana nasib abang diakhirat ketika ditanya tentang keadaan istrinya yang melalaikan shalat? Adek nggak sayang sama abang?”

Begitulah orang yang benar-benar mencintaimu. Mengingatkan dengan cara yang baik. Menggandeng tanganmu untuk melangkah bersama menuju surga Allah ta’ala. Meskipun belum mendapat jaminan surga, tapi ia tak rela kalau orang yang dicintainya melangkah ke arah nerakanya.

Mari tegakkan amar makruf dan nahi munkar diantara kita. Bila melihat kesalahan, jangan hanya diam. Berusahalah untuk mengingatkan dengan cara yang makruf. Mulai dari diri kita, keluarga dan orang-orang terdekat kita. Semoga kita bisa istiqomah dalam menjaga kewajiban shalat yang lima waktu.

@ Faidah dari tulisan “Mendidik Istri Dengan Cara Yang Syar’i”

* Diary Muslim Plus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *