Single Post

Tidur Berkualitas

Sudah tidur. Kenapa masih lelah? Sudah tidur sekian jam kenapa masih mengantuk? Apa waktunya kurang? Bukan. Barangkali kualitasnya yang berkurang.

Pengaruh dari aktivitas tidur terhadap tubuh luar biasa besar. Kenapa? Karena tidur adalah sebuah media bagi tubuh untuk relaksasi dan beristirahat dari segala kepenatan aktivitas fisik seharian. “dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat” (Q.S. An-naba’ : 9). Tidur yang baik juga dapat menjaga sistem imun tetap bekerja optimal.

Tidur dikatakan bermakna jika tidur itu berkualitas. Tidur bukanlah tidur jika hanya memejamkan mata lalu pikiran lari kemana mana. Aktivitas tidur memang terlihat pasif. Gak ngelakuin apa apa, hanya memejamkan mata. Tapi sebenarnya, tidur punya pola tertentu yang agak rumit dan mengagumkan. Ringkasnya, proses awal tidur terjadi saat manusia baru saja mulai memejamkan mata. Pikirannya masih sadar dan mendengar suara di sekitar. Kemudian fase tidur akan masuk ke fase yang lebih dalam. Pada fase ini lah tidur yang berkualitas itu dimulai. Orang yang tidak mencapai fase tidur dalam akan bangun dengan keadaan yang tidak fit, lelah, depresi, dan tidak merasakan perubahan melegakan pada tubuhnya seperti normalnya orang terbangun dari tidur. Padahal tidur yang baik seharusnya memberikan semangat baru bagi fisik dan pikiran. Sebaliknya, orang yang tidur sampai ke fase dalam, akan mendapatkan tubuh yang lebih fit di pagi hari.

Jadi, bagaimana supaya tidur kita tetap sehat, tetap produktif, dan dapat nilai tambah? Gak sekedar membaringkan tubuh dan memejamkan mata. Pertama yang harus dilakukan adalah pasang niat yang ‘sehat’. Tidurnya buat apa? Misalnya, tidur supaya tubuh kembali segar keesokan hari, sehingga bisa beraktivitas dengan semangat dan memberikan banyak manfaat. Atau tidur supaya keesokan hari bisa bangun subuh, sholat berjamaah di masjid. Atau tidur supaya bisa bangun lebih awal dan sholat tahajud. Atau niat niat baik lainnya. Udah sering denger kan pentingnya niat dalam pekerjaan apapun. Jadi bukan tidur karena ‘pengen aja’. Kalo niatnya oke. Pahalanya insyaAllah juga oke.

Selanjutnya, jika sulit untuk memulai tidur, bisa jadi ada hal hal yang keliru dilakukan. Sebaiknya mencoba untuk mulai mengubah pola kebiasaan sehari hari, seperti membiasakan diri untuk tidur di jam yang sama setiap malam, lalu bangun di jam yang sama pula. Mengonsumsi makan malam paling lambat 3 jam sebelum tidur. Tidak mengonsumsi kafein. Merapikan tempat tidur, karena tidur di tempat yang berantakan tentu bukan sesuatu yang menyenangkan. Tidak meletakkan barang barang yang tidak perlu diatas tempat tidur, susah kan mau gerak, jadi jangan males ngerapiin tempat tidur. Hanya menggunakan tempat tidur untuk tidur malam hari, tidak untuk beraktivitas seperti belajar dan bekerja, ini akan mengubah persepsi otak sehingga menyulitkan untuk tidur. Menghindari membaca buku yang terlalu berat, kalaupun ingin membaca sebelum tidur, bacalah bacaan yang ringan, karena bacaan yang berat akan memaksa otak untuk mencerna dan bekerja lebih keras. Mematikan lampu dan tenangkan pikiran.

Jadi, mulailah membiasakan tidur disiplin, cukup dan berkualitas. Tidak tidur terlalu larut dan jangan pula jadi ‘pelor’ yang nempel dikit langsung molor.

Penulis : Rizky Amalia

BBM : 5C9A0865
Whatsapp : 0853-6491-5817
Twitter : @MenujuSurga_BMS
Telegram : @bersamamenujusurga
Facebook : Bersama Menuju Surga
Line : http://line.me/ti/p/%40utu8587h

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *