Single Post

Perjuangan Pecinta Surga

Tak ada hal yang lebih indah tatkala kita melakukan sesuatu atas dasar cinta. Sekalipun hal tersebut mengundang lelah juga menguras tenaga. Karena cinta selalu saja menguatkan hati. Memang tak sepenuhnya dapat menguatkan fisik, tapi bukankah kekuatan hati itulah yang terpenting?

Karena cinta, ada seseorang yang bahkan rela menjual seluruh warisannya demi biaya menuntut ilmu syar’i. Cintanya terletak pada ilmu yang kini jarang kita temukan tumbuh dalam hati kecintaan yang serupa dengan itu.

Seseorang berkata tentang sang pecinta,”Dia menganggap rendah semua materi sehingga ia jual semua yang dia warisi. Dia berasal dari keluarga yang sangat kaya raya, dan warisannya ia jadikan sebagai biaya dalam menuntut ilmu. Sampai ia pergi ke Baghdad dan Isfahan berkali-kali dengan berjalan kaki. Dia memikul buku-buku di punggungnya. Aku mendengar ia berkata, “Di Baghdad aku menginap di masjid dan memakan sisa-sisa roti.” Pecinta ilmu tersebut tak lain adalah seorang syaikh dari Hamadzan yang bernama Al-Hamadzani Al-Aththar rahimahullah.

Karena cinta itu pula, ada seseorang yang rela berjalan kaki dari Spanyol menuju Baghdad untuk belajar kepada seorang guru yang terkenal faqih ilmu agamanya. Dia adalah imam Baqi’ bin Makhlad rahimahullah dengan gurunya Imam Ahmad bin Hanbal. Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu’anhu yang berjalan selama sebulan untuk menemui ‘Abdullah bin Unais radhiyallahu’anhu. Ia lakukan semua itu demi mendengar sebuah hadits yang belum pernah ia dengar sebelumnya. Begitu juga dengan al-Hafizh As-Sama’ni rahimahullah yang belajar kepada 7000 syaikh. Dan masih banyak lagi potret ulama yang lainnya terkait kecintaan mereka terhadap ilmu agama Allah azza wa jalla.

Itulah cinta. Betapa beruntung mereka yang memiliki cinta yang seperti itu, yakni cinta keada ilmu agama Allah. Sebab begitu banyak keutamaan yang akan didapatkan seseorang yang menuntut ilmu agama Allah. Salah satunya sebagaimana yang telah disabdakan oleh rasulullah shallallahu’alaihiwasallam,

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga” (HR Muslim, Ahmad dll)

Semoga kecintaan yang serupa hadir di hati kita. Dan jika cinta itu telah hadir semoga Allah azza wa jalla menguatkan rasa cinta tersebut sampai kita berjumpa dengan-Nya kelak. Insya Allah.

Penyusun : Ummu Utsman
Artikel : Fanspage Bersama Menuju Surga

Referensi : Buku “Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *